PAMERAN KREASI SISWA 2013

Pameran pekan kreativitas siswa Indramayu yang diikuti oleh sekitar 50 stan sekolah baik negeri maupun swasta Se Kabupaten Indramayu yang digelar di Alun-Alun Pendopo setempat secara resmi dibuka oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah Minggu siang (29 September 2013).

GERAKAN PEMBANGUNAN KAMPUNG - GERBANG KAMPUNG

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Republik Indonesia DR. HR. Agung Laksono meresmikan Gerakan Pembangunan Kampung (Gerbang Kampung) di Desa Sumberjaya Kecamatan Kroya, Jum'at pagi (12/7

INDRAMAYU KEMBALI RAIH ADIPURA

Bupati Indramayu Hj. Anna Shopanah Irianto sedang menerima Piala Adipura dari Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono, Senin (10/6), di Istana Negara Jl Medan Merdeka Negara.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 17 November 2014

Daerah Miliki Peran Besar dalam Peningkatan Kesehatan


            INDRAMAYU 17/11/2014 – Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat besar dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi tuntutan masyarakat di era desentralisasi dan otonomi daerah saat ini. Hal tersebut ditegaskan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) membacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI di Alun-Alun Indramayu, Senin (17/11/2014).

            Saat ini daerah menjadi tulang punggung dalam pelayanan kesehatan karena di daerah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Di Kabupaten Indramayu, sector kesehatan terus mendapatkan perioritas karena Pemkab Indramayu menginginkan semua warganya bisa terlayani oleh fasilitas kesehatan yang sudah ada.

            Peringatan HKN tahhun ini, merupakan suatu momentum yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan tekad dan semangat untuk member makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Semangat melayani, semangat menggerakan, semangat untuk menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan haruslah menjadi konsep dalam pembangunan.

            Sementara itu, pada peringatan HKN tersebut, diberikan penghargaan kepada pensiunan tenaga kesehatan yang masih terus mengabdi kepada daerah. Penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan tahun 2014 dan penghargaan kepada desa yang bebas ODF (Open Defecation Free). Selain itu juga dilakukan penandatanganan dukungan moral terhadap kawasan bebas asap rokok di Kabupaten Indramayu. (deni / Humas Pemkab Indramayu)

Selasa, 11 November 2014

Usia ke-43

Usia ke-43

KORPRI Indramayu Siap Wujudkan Profesionalisme

                Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Indramayu tahun 2014 ini siap mewujudkan aparatur sipil negera (ASN) yang professional dan sesuai dengan kebutuhan. Apalagi kepengurusan Korpri Kabupaten Indramayu memiliki nahkoda baru dan pengurus baru apalagi kepengurusan tersebut diisi oleh para kaum muda.

                Ketua Korpri Kabupaten Indramayu Drs. H. Munjaki, M.Si menjelaskan upaya untuk mewujudkan anggota Korpri yang professional dan sesuai dengan tuntunan masyarakat. Saat ini pihak pengurus tengah membahas program kerja yang akan dilaksanakan para pengurus Korpri.

                "Saat ini kami tengah menerima masukan dan keinginan anggota Korpri agar para anggota Korpri bisa semakin professional dan sesuai dengan tuntutan saat ini. Anggota Korpri tersebar dari wilayah kota hingga pelosok pedesaan, untuk itu dibutuhkan formula yang tepat untuk menyusunnya," tegas Munjaki.

                Sementara itu dalam waktu dekat pengurus Korpri Indramayu tengah menyiapkan HUT ke-43 yang diperuntukan bagi anggota Korpri Indramayu. Ketua Panitia pelaksana HUT ke-43 Korpri, Hj. Ade Suhayati, SH., M.Si menjelaskan, beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan yakni  bakti social, aneka perlombaan, ziarah, hingga upacara puncak dan ruing mungpulung bagi seluruh anggota Korpri.

                Ade menambahkan, upacara puncak akan diperingati nanti pada tanggal 1 Desember mendatang yang kemudian dilanjutkan dengan Riung Mungpulung yang diselenggarakan di Pendopo Raden Bagus Aria Wiralodra.

                "Dalam Riung Mungpulung itu nantinya akan diberikan bantuan bea siswa bagi anak-anak anggota Korpri, dan pemberian hadiah bagi para pemenang aneka lomba yang telah dilaksanakan," tegas Ade yang juga sekertaris pada Badan Penanaman Modal dan Perijinan ini.

                Saat ini, para pengurus dan panitia HUT Korpri banyak diisi oleh para anggota yang masih sangat muda. Sehingga mereka diyakini lebih energik dan berwawasan luas. Sehingga mewujudkan Korpri yang professional dan sesuai dengan harapan warga masyarakat bisa menjadi kenyataan. (deni / Humas Pemkab Indramayu)

               

 

Minggu, 09 November 2014

Pahlawanku Idolaku

"Right or wrong is my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya". Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH.

           

Pesan pahlawan nasional Prof. Moh. Yamin, SH tersebut dibacakan dihadapan peserta upacara yang mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2014 yang berlangsung di Alun-Alun Indramayu, Senin (10/11/2014).

            Kutipan yang disampaikan Moh Yamin itu nampaknya harus dipegang teguh oleh generasi muda Indonesia saat ini. Ditengah keterpurukan Bangsa Indonesia, maka seluruh rakyat Indonesia harus bangkit dan wajib memperbaikinya.

            Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah yang membacakan amanat Menteri Sosial RI mengatakan, perjuangan untuk merebut kemerdekaan  dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk mempersatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial serta menguatkan memori kolektif bangsa saat itu supaya berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme.

            "Sikap Kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap Kesetiakawanan Sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin. Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang," tegas bupati.

            Usia kemerdekaan Indonesia saat ini telah menginjak 69 tahun. Peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 ini mengambil tema besar Pahlawanku Idolaku. Tema tersebut dipilih dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai "panutan" maupun figur idola pencarian jati diri.

Untuk itu tema Pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di "dada" setiap insan Indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa.

Sebelumnya, pada akhir pekan kemarin dilakukan ziarah nasional di taman makam pahlawan Darma Ayu yang diikuti oleh Bupati Indramayu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, TNI/Polri, PNS, pelajar, dan lainnya. (deni /Humas Pemkab Indramayu)

 

 

Jumat, 07 November 2014

Selasa, 04 November 2014

Kementrian PP dan PA Apresiasi Program Bupati Indramayu

            INDRAMAYU 04/11/2014 - Kabupaten Indramayu memiliki tingkat perhatian dan komitmen sangat tinggi dalam hal Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hal ini dikarenakan program tersebut dimasukan kedalam salah satu misi Sapta Karya Mulih Harja yang dijadikan sebagai pijakan dalam pelaksanaan pembangunan di Indramayu.

            Komitmen itu ternyata kembali menjadi magnet bagi pengelola negeri ini untuk 'mengintip' program bagi perlindungan perempuan dan anak tersebut. Di era Presiden Joko Widodo dan Jusup Kalla, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ditugaskan untuk melihat dan menyaksikan efektivitas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Indramayu.

            Selasa, (4/11/2014) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise melalui Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Sri Danti, MA bertemun langsung dengan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah untuk membahas program itu.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menjelaskan, sebagai bupati perempuan tentu saja komitmen terhadap pemberdayaan perempuan sangat tinggi. Bahkan komitmen itu dituangkan dalam misi Sapta Karya Mulih Harja yaitu tertuang dalam point 3 meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah berbasis kesetaraan gender .

Selain itu, Pemkab Indramayu juga telah mengeluarkan regulasi jauh-jauh hari sebelum pemerintah pusat mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Diawali pada tahu 1999, Pemkab Indramayu telah mengeluarkan Perda Nomor 7 tahun 1999 tentang pelarangan prostitusi. Selanjutnya tahun 2005 keluar Perda Nomor 14 tahun 2005 tentang pencegahan trafiking dan ekspolitasi seksual komersial anak (ESKA). Tahun 2009 keluar Perda Nomor 8 tentang pecegahan dan pelarangan HIV/AIDS, dan terbaru pada tahun 2012 keluar Perda Nomor 18 tentang pencegahan, perlindungan, dan pemulihan perempuan dan akan sebagai korban tindak kekerasan.

"Regulasi sudah dibuat jauh-jauh hari, kami meyadari dalam tataran aplikasi masih banyak kekurangan karena adanya berbagai hal. Untuk itu dengan kedatangan pejabat dari kementrian diharapkan bisa memberikan solusi sembari diskusi dan urung rembug secara bersama-sama. Meskipun perda sudah ada namun kasus tidak kekerasan terhadap perempuan dan anak masih ada di Indramayu. Kasus yang muncul ada yang telah diselesaikan dan masih ada yang tengah proses penyelesaian," tegas ibupati.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Sri Danti, MA mengatakan, Kabupaten Indramayu memang memiliki daya tarik sendiri bagi pemberdayaan perempuan dan anak. Selain memiliki tingakat eksodus TKI/TKW cukup tinggi ternyata Kabupaten Indramayu juga telah lebih awal mengeluarkan regulasi untuk memproteksi masyarakatnya.

Sri Danti menambahkan, Kabupaten Indramayu telah memiliki pola yang terpadu dengan pihak yang terkait dalam penanganan perempuan dan anak. Di Kabupaten Indramayu polisi dari PPA cukup konsen dalam menyelesaiakn kasus yang masuk. Sementara Pemkab Indramayu juga telah memiliki rumah singgah yang bisa dikembangkan dan dioptimalkan keberadaannya. Sementara rumah sakit juga telah menyediakan ruangan khusus dalam penanaganan kasus perempuan dan anak. (deni / Humas Pemkab Indramayu)