PAMERAN KREASI SISWA 2013

Pameran pekan kreativitas siswa Indramayu yang diikuti oleh sekitar 50 stan sekolah baik negeri maupun swasta Se Kabupaten Indramayu yang digelar di Alun-Alun Pendopo setempat secara resmi dibuka oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah Minggu siang (29 September 2013).

GERAKAN PEMBANGUNAN KAMPUNG - GERBANG KAMPUNG

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Republik Indonesia DR. HR. Agung Laksono meresmikan Gerakan Pembangunan Kampung (Gerbang Kampung) di Desa Sumberjaya Kecamatan Kroya, Jum'at pagi (12/7

INDRAMAYU KEMBALI RAIH ADIPURA

Bupati Indramayu Hj. Anna Shopanah Irianto sedang menerima Piala Adipura dari Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono, Senin (10/6), di Istana Negara Jl Medan Merdeka Negara.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 07 Desember 2016

RALAT Pemberitaan

Penyerahan dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly

Terima kasih, mohon maaf.

Penghargaan Bupati Peduli HAM

Kado Manis Akhir Tahun

Anna Sophanah Raih Penghargaan Bupati Peduli HAM

 

          Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu meraih penghargaan sebagai Bupati peduli Hak Asasi Manusia (HAM) yang diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada puncak Peringatan Hak Asasi Manusia Sedunia ke-68 tahun 2016 yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi – Surabaya, Kamis (08/12/2016).


          Keberhasilan Bupati Indramayu tersebut tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk peraturan daerah maupun peraturan bupati dan sejenisnya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan nilai-nilai humanisme.


          Seperti diketahui beberapa waktu lalu pemerintah pusat telah melakukan penilaian dan juga verivikasi terhadap Kabupaten Indramayu. Hasilnya, Kabupaten Indramayu masuk nominasi sebagai daerah yang peduli terhadap penghormatan hak asasi manusia.


          Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah seperti yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu menjelaskan, yang menjadi ciri khas bagi kebijakan di Kabupaten Indramayu adalah setiap regulasi dan aplikasi di lapangan selalu memperhatikan nilai kemanusiaan. Sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak bersinggungan dan bertentangan dengan masyarakat.


          "Kita menegakan aturan namun demikian juga kita harus memperhatikan sisi kemanusiaan. Kita sering menertibkan para PKL yang membandel karena mengganggu ketertiban umum, namun demikian dalam pelaksanannya kita lakukan berkali-kali dengan pendekatan kemanusiaan terlebih dahulu sebelum ditertibkan. Bahkan kita juga sediakan lahan penggantinya terlebih dahulu jika kita hendak lakukan relokasi. Karena bagaimanapun mereka adalah masyarakat kita," tegas Anna.


          Anna sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memperhatikan hak-hak sesamanya. Untuk itu, dia meminta agar seluruh aparatur di Kabupaten Indramayu lebih giat lagi bekerja, mengupayakan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat agar apresiasi pemerintah pusat itu jadi lebih bermakna.


"Saya tegaskan penghargaan ini bukanlah tujuan, tapi kita terima sebagai penyemangat untuk masa depan Indramayu untuk lebih baik lagi," tuturnya.


          Sementara itu Asisten Pemerintahan Setda Indramayu, Didi Kusmulyadi, mengatakan, penghargaan ini diterima tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Indramayu. Oleh Kementerian, Kabupaten Indramayu layak mendapatkan penghargaan karena telah memenuhi kriteria kepedulian terhadap hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman dan hak perempuan. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu

Selasa, 06 Desember 2016

67 Transmigran Meninggal di Jembatan Sewo


Demi sebuah kehidupan dan masa depan yang lebih layak, maka ratusan kilometer transmigran asal Kecamatan Ngandon Kabupaten Boyolali menempuh perjalanan untuk menuju lokasi transmigrasi yang terletak UPT Rumbiya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Namun harapan itu kandas setelah bus yang ditumpanginya tergelincir kemudian masuk sungai dan terbakar di kali Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu.

Musibah yang terjadi pada pukul 04.30 dini hari tersebut, terjadi pada salah satu bus dari enam buah bus yang akan berangkat, dari musibah itu mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.

Diantara rombongan yang mengalami musibah, terdapat tiga orang anak-anak selamat yang kemudian diangkat sebagai anak angkat keluarga besar transmigrasi mereka adalah Jaelani, Suyanto, dan Sangidu.

Korban tewas semuanya dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak dekat lokasi kejadian. Itulah sepenggal kisah yang memilukan yang terjadi pada 11 Maret 1974 silam, yang merenggut nyawa dari para pionir pembangunan transmigrasi.

Pada Rabu (07/12/2016) di Monumen Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi Desa Sukra Kab Indramayu dilakukan ziarah untuk kembali mengenang kejadian itu.
Nampak dalam kegiatan itu Dirjen Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi, Kemendes PDTT Ratna Dewi Andriati, Dirjen Penyiapan Kawasan Transmigrasi, Roosari Tyas Wardani dan Wakil Bupati Indramayu H Supendi, M.Si, Kepala SKPD, Camat, anggota TNI/Polri, dan peserta ziarah lainnya, serta tiga orang yang selamat pada kejadian 1974 silam yakni Jaelani, Suyanto dan Sangidu.

H. Supendi mengatakan, ziarah ini penting dilakukan untuk kembali mengingat kejadian penting dalam sejarah pembangunan transmigrasi di Indonesia. Mereka yang meninggal di tempat ini merupakan kelompok warga pertama yang akan diberangkatkan ke lokasi transmigrasi petama kali di Indonesia, mereka adalah pionir pembangunan transmigrasi.

Di era saat ini, terang dia, transmigrasi masih bisa dijadikan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sosial bagi daerah yang memiliki kepadatan penduduk sangat tinggi.
Namun demikian, tidak semua orang bisa memahami akan pentingnya transmigrasi akan tetapi pihaknya tetap optimis program transmigrasi bisa menjadi salah satu solusi mengatasi sosial lainnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja serta Transmigrasi pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, H. Iman Sulaiman, ST. M.Pd mengatakan, untuk tahun 2016 program transmigrasi dari Kabupaten Indramayu hanya memberangkatkan 5 kepala keluarga hal ini sesuai dengan kuota yang telah ditentukan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Para transmigran tersebut diberangkatkan ke Provinsi Gorontalo.

"Minat masyarakat Indramayu sebenarnya sangat tinggi untuk bertransmigrasi, cuma karena kuota yang telah ditentukan dan daerah tujuan juga sudah ditentukan oleh pusat maka kita memberangkatkan lima orang saja pada tahun ini," tegas Iman. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu

 


Virus-free. www.avast.com

Senin, 05 Desember 2016

Gerakan HMPI dan BMN 2016


Gerakan HMPI dan BMN 2016

Edukasi Lingkungan Melalui Hutan Kota Kayu Putih

 

          Ada berbagai cara untuk mengedukasi dan melestarikan lingkungan di sekitar kita, salah satunya adalah dengan mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada hutan kota yang keberadaanya ditengah kota Indramayu.

 

          Untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan mencanangkan Hutan Kota Kayu Putih sebagai ruang terbuka hijau, sarana pariwisata alam, rekreasi, olahraga, penelitian, pendidikan, pelestarian plasma, dan budidaya hasil hutan bukan kayu. Pencanangan tersebut dilakukan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi pada acara puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tahun 2016, Selasa (06/12/2016).

 

          H. Supendi menjelaskan, dengan kehadiran hutan kota Kayu Putih ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk semakin mencintai lingkungan sekitarnya. Apalagi dengan lokasinya yang berada ditengah kota bisa menjadi arena rekreasi keluarga dan juga bermain anak.

 

          "Secara bertahap, hutan kota ini kita lengkapi fasilitasnya. Jika melihat luasnya sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan semisal dengan menambah track untuk berjalan, perahu untuk di kolam maupun sarana penunjang lainnya seperti MCK dan lainnya," tegas wabup.

 

          Dengan Gerakan HMPI dan BMN ini diyakini akan mampu menyelematkan lingkungan dari bahaya bencana alam. Mewariskan lingkungan yang asri bagi generasi mendatang sangat penting, untuk itu harus segera mengembalikan fungsi lingkungan ke fungsinya semula.

 

          Sementara itu Kepala Dishutbun Kabupaten Indramayu, H. Munjaki, mengatakan, gerakan menanam pohon ini sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu melalui Gerakan Indramayu Menanam (GRIM) selanjutnya sebagai keberlangsungan program tersebut juga telah dikeluarkan Surat Bupati Nomor 522.5/687.a/Hutbun.

 

          Puncak peringatan HMPI dan BMN tahun 2016 tingkat Kabupaten Indramayu dimeriahkan pula dengan lomba Fotography dan loma mewarnai bagi anak-anak PAUD/TK serta dihadiri oleh ratusan peserta. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu



Virus-free. www.avast.com

Kamis, 01 Desember 2016

Tugas Berat Menanti Pasca Beribadah Haji


Tugas Berat Menanti Pasca Beribadah Haji


          Pasca menjalakan ibadah haji di Tanah Suci beberapa waktu lalu, para haji kini memiliki tugas berat yang harus diiemban sekembalinya di kampung halaman. Mereka dituntut untuk mempertahankan kemabruran hajinya. Hal tersebut ditegaskan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika menghadiri Pembinaan Pasca Haji yang berlangsung di Gedung Puspihat Kabupaten Indramayu, Kamis (01/12/2016).

          Menurut Anna, untuk mendapatkan predikat haji mabrur tentu sangat sulit karena banyak syarat yang harus dipenuhi oleh seorang calon haji. Walaupun pada akhirnya hanya Allah yang tahu dan yang akan memberikan penilaian apakah haji orang itu mabrur atau tidak.

          "Namun seiiring usaha yang dilakukan, harapan menjadi haji mabrur tentu ada pada setiap jamaah haji karena kita semua mengetahui tidak ada ganjaran dari sebuah haji yang mabrur kaecuali syurga," katanya.

          Sekemblinya dari melaksanakan ibadah haji, lanjut Anna, ada tugas berat yang harus dilaksanakan oleh para haji, yaitu bagaimana menjaga kemabruran haji. Karena apa yang dilakukan seorang haji senantiasa akan menjadi perhatian masyarakat sekitarnya. Setiap tutur kata serta tindakannya senantiasa akan selalu dihubung-hubungkan dengan titel haji yang ada di depan namanya.

          "Untuk itu saya menghimbau kepada yang telah melaksanakan ibadah haji, jadilah tauladan yang baik bagi keluarga maupun masyarkat dimana bapa dan ibu tinggal. Kemudian jangan kaget jika pada setiap kegiatan yang dilaksanakan di tempatnya masing-masing banyak orang yang menginginkan agar kita menjadi pelaksana kegiatan terutama kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan," himbau Anna.

          Pada kesempatan itu juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), ketua MUI, serta ratusan jamaan haji asal Kabupaten Indramayu. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu



Virus-free. www.avast.com