PAMERAN KREASI SISWA 2013

Pameran pekan kreativitas siswa Indramayu yang diikuti oleh sekitar 50 stan sekolah baik negeri maupun swasta Se Kabupaten Indramayu yang digelar di Alun-Alun Pendopo setempat secara resmi dibuka oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah Minggu siang (29 September 2013).

GERAKAN PEMBANGUNAN KAMPUNG - GERBANG KAMPUNG

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Republik Indonesia DR. HR. Agung Laksono meresmikan Gerakan Pembangunan Kampung (Gerbang Kampung) di Desa Sumberjaya Kecamatan Kroya, Jum'at pagi (12/7

INDRAMAYU KEMBALI RAIH ADIPURA

Bupati Indramayu Hj. Anna Shopanah Irianto sedang menerima Piala Adipura dari Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono, Senin (10/6), di Istana Negara Jl Medan Merdeka Negara.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 06 Desember 2013

Ke Kandanghaur, Bupati Berdayakan UMKM


 

 

            KANDANGHAUR 06/12/2013 - Program Bupati Ketemu Rakyat kembali digelar, kali ini wilayah Kecamatan Kandanghaur di jelajah oleh orang nomor satu di Indramayu tersebut. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan perhatian serius agar tetap eksis dan bisa menjadi lahan kehidupan bagi masyarakat.

            Kelompok Usaha Perempuan (KUP) Della Roti yang terletak di Desa Karangmulya merupakan kelompok usaha kecil yang kini tengah mengembangkan usahanya. Usaha yang merupakan binaan PNPM ini melibatkan puluhan kaum perempuan dan sangat membantu dalam ekonomi keluarga.

            Dihadapan Bupati Indramayu, ketua KUP Kasan mengungkapkan usaha yang sudah berjalan selama satu tahun ini telah banyak mengalami perkembangan yang pesat. Modal awal 20 juta yang di dapatkan dari PNPM kini terus berkembang seiiring dengan permintaan masyarakat dengan rotinya.

            Saat ini usahanya masih membutuhkan bantuan terutama untuk penambahan peralatan yang masih sangat kurang yang ternyata sangat berdampak terhadap jumlah produksi  padahal roti hasil kerja kaum perempuan di Desa Karangmulya sudah tersebar di wilayah Indramayu.

            Mendengar kebutuhan tersebut, Bupati Hj. Anna Sophanah langsung mengecek keberadaan ruang produksi yang dilihatnya masih sangat sempit. Bahkan secara langsung bupati mencoba untuk ikut membuat adonan tata cara membuat roti dan melihat proses pembungkusan yang dilakukan oleh ibu-ibu.

            "Usaha roti ini sangat prospektif karena memberdayakan kaum perempuan yang cukup banyak. Usaha ini juga bisa diandalkan karena mampu menghidupi keluarganya masing-masing dan rasanya cukup enak dan harganya murah. Usaha ini segera dilakukan pendampingan oleh Diskopindag agar cepat berkembang," tegas bupati.

            Sebelumnya, Bupati Indramayu juga memberikan bantuan modal kepada ibu Soleh yang setiap hari berjualan sarapan didepan rumahnya. Bantuan modal ini diharapkan bisa menambah usahanya dan semakin pesat berkembang.

            Sebelum memberikan modal, pada kunjungan tersebut bupati juga mengunjungi kediaman Dedeng, Dimpen, Rasdiwan, dan Darnisem yang kondisi rumahnya kurang layak huni. Pada warganya itu, bupati akan merehab rumah tersebut dan memeberikan pengobatan kepada orang yang tengah menderita sakit serta memberikan paket sembako. (deni/humasindramayu)

           

Selasa, 03 Desember 2013

Jalan Rusak Tersisa 20 Persen

 PADA akhir tahun 2013 ini, infrastruktur jalan rusak sedang atau berat di wilayah Kabupaten Indramayu hanya tinggal 20 persen. Pemerintah Kabupaten Indramayu, terus meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dengan pembetonan dan pengaspalan. Dari 809 km jalan kabupaten, 80 persen di antaranya sudah dalam kondisi baik.

Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah mengungkapkan, untuk soal perbaikan jalan di Indramayu,  tetap menjadi prioritas. Terbukti dengan anggaran yang besar dan meningkat dari tahun sebelumnya. Anggaran perbaikan jalan tahun ini, mencapai Rp 330 miliar, naik dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu Rp 220 miliar.

"Untuk kondisi  jalan yang rusak itu, lokasinya tersebar di sejumlah kecamatan. Itu sedang dan akan kami perbaiki pada tahun berikutnya," kata Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, H. Oemarsyah.

Ruas jalan yang rusak itu di antaranya, Jalan Haurgeulis-Tumaritis sepanjang 4 km, Jalan Ujunggebang sepanjang 6 km, Jalan Kertica-Latugu 8 km, dan Jalan Tugu-Terisi 3,5 km. Tahun ini sebagian di antaranya telah dan tengah diperbaiki, sementara sisanya sudah masuk dalam anggaran perbaikan jalan tahun 2014.

Selain ruas jalan tersebut, katanya, sejumlah ruas jalan lainnya di perdesaan juga masih rusak. Perbaikan jalan desa, akan diprioritaskan pada jalan penghubung antardesa yang sudah banyak dilintasi kendaraan, dan menjadi akses penting bagi perekonomian warga setempat.

"Untuk perbaikan jalan ini,  dilakukan dengan pembetonan dan pengaspalan. Untuk pembetonan, dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar untuk setiap satu kilometer jalan, di luar pembuatan drainase," jelas Oemarsyah. (ab/deni/humasindramayu)

 


Bupati Selamatkan Nasikin dari Dropout

 Kehadiran Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah pada kegiatan Bupati Ketemu Rakyat yang diselelngarakan di Desa Gunungsari Kecamatan Sukagumiwang nampaknya menjadi penyelemat bagi kehidupan Nasikin (15). Seorang anak yang telah dropout kini bisa kembali bersekolah setelah diketahui secara langsung oleh pimpinan di Indramayu ini.

Sebelumnya Nasikin tercatat sebagai siswa MTS Syifa Walain yang berada di Kecamatan Sukagumiwang, dia telah menempuh pendidikan di sekolah itu selama dua tahun. Namun kemudian orang tuanya Trisno yang hanya berfrofesi sebagai buruh tani tidak kuat lagi untuk membiayai biaya sekolahnya yang pada akhirnya menjadikan Nasikin harus keluar dari sekolah karena tidak memiliki biaya.

Selama beberapa bulan dirumah, Nasikin hanya bisa membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Namun ketika Jum'at kemarin tempat kediamannya dikunjungi langsung oleh Bupati Indramayu dirinya menjadi sumringah dan semangat itu muncul kembali karena adanya jaminan pendidikan dari Bupati Indramayu.

Ketika sampai di depan rumah gubuk, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah langsung masuk dan melihat keadaan dalam rumah yang kurang mendapatkan ventilasi. Setelah itu keluar lagi dan langsung menanyakan keadaan Nasikin yang hanya termenung duduk di atas balai bambu disudut depan rumahnya.

Denagn menepuk bahunya, bupati mencoba tahu secara langsung penyebab yang mengakibatkan Nasikin harus berhenti sekolah. Kemudian, bupati juga menanyakan apakah dia masih mempunyai keinginan untuk sekolah. Mendengar pertanyaan itu, lantas Nasikin menganggukan kepalanya bahwa dia mau kembali melanjutkan sekolahnya.

Mendengar keinginan itu, bupati lantas memanggil kepala UPTD Kecamatan Sukagumiwang dan segera memerintahkan agar kembali memasukan Nasikin ke sekolahnya.

"Kepala UPTD nampaknya kecolongan, ternyata masih ada anak sekolah yang dropout karena tidak ada biaya. Padahal saya sudah sering mengingatkan agar kepala UPTD Pendidikan harus sering turun ke masyarakat dan melihat kondisi pendidikan anak-anak di daerahnya. Nasikin harus kembali sekolah, dan kepala UPTD harus memfasilitasinya," tegas bupati.

Mendengar pernyataan dari bupati itu, lantas Nasikin dan orang tuanya bersama dengan masyarakat sekitarnya merasa gembira karena kunjungan Bupati Indramayu tersebut ternyata dapat menyelematkan pendidikan Nasikin yang sudah dropout. (deni/humasindramayu)

Desa Bogor Terbersih di Indramayu

 INDRAMAYU 3/12/2013 - Desa Bogor Kecamatan Sukra menjadi desa terbersih di Kabupaten Indramayu pada tahun 2013 ini. Penetapan Desa Bogor menjadi desa terbersih setelah dilakukan penilaian pada beberapa bulan lalu oleh tim dari Kantor Lingkungan Hidup, LSM, dan media. Penyerahan penghargaan sebagai desa terbersih dilakukan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah bertepatan dengan puncak peringatan HUT Korpri ke-42 tahun 2013 di Alun-alun Indramayu, Senin (2/12) yang lalu.

Berkat prestasi itu, Desa Bogor Kecamatan Sukra berhak mendapatkan hadiah berupa 1 unit kendaraan sepeda motor roda tiga senilai 20 juta yang dipergunakan untuk sarana pengangkutan sampah. Uang senilai 35 juta yang harus dialokasikan untuk dana pembinaan, 3 unit mesin potong rumput, 4 unit gerobak sampah, 4 unit bin container, dan pajak pemenang. Serta piala dan piagam dari Bupati Indramayu.

Seperti yang dilansir Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu, dari masing-masing kecamatan muncul satu desa yang menjadi desa terbersih setelah itu dilakukan penilaian kembali untuk menjadi desa terbersih tingkat kabupaten. Masing-masing desa yang terbersih di kecamatan juga berhak mendapatkan hadiah 1 unit kendaraan sepeda motor roda tiga.

Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah pada lomba kebersihan tingkat desa/kelurahan penunjang Adipura tahun 2013 (wilayah perkotaan.red). Sebagai juara pertama diraih Kelurahan Margadadi, juara dua Desa Sindang, dan juara tiga diraih Kelurahan Kepandean

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengatakan, dengan prestasi ini tingkat kebersihan dtengah masyarakat bisa terus ditingkatkan. Selanjutnya, prestasi itu harus bisa merangsang para pengelola pemerintahan desa untuk bekerja lebih maksimal dalam menjaga kebersihan dan lingkungannya.

"Hadiah yang diberikan ini, merupakan hanya suatu stimulant agar masyarakat ikut peduli dan menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan kemudian setelah mendapat hadiah lantas diam, karena hadiah yang kami berikan merupakan sarana dan penunjang kegiatan kebersihan," kata bupati. (deni/humasindramayu)

Senin, 02 Desember 2013

Relokasi Pedagang Karangampel diundur

 

INDRAMAYU 3/12/2013 - Relokasi ratusan pedagang di Pasar Karangampel Kabupaten Indramayu yang semula dijadwalkan pada 5 Desember ini ditunda hingga tahun depan. Alasannya, pembangunan sejumlah fasilitas di lokasi baru di Blok Kamal, Jalan Juntinyuat-Karangampel hingga kini belum sempurna.

"Jadi, relokasi baru akan dilakukan tahun depan sekitar Mei-Juni. Sekarang, kami masih menginventarisasi kebutuhan pedagang, agar saat relokasi tidak ada keluhan lagi," kata Wakil Bupati Indramayu H. Supendi seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Indramayu, Senin (2/12/2013).

Supendi menuturkan, sejumlah fasilitas yang belum sepenuhnya rampung di pasar yang baru di antaranya yaitu jalan lingkungan, pagar, dan masjid. Meski demikian, anggaran pembangunan fasilitas sebesar Rp 1 miliar tersebut sudah masuk dalam dana APBD 2014.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Abdullah Thohir mengamini rencana Pemkab Indramayu merelokasi ratusan pedagang Karangampel tersebut tahun depan. Dia menilai, relokasi tahun depan cukup realistis sehingga pasar di lokasi yang baru bisa ditunjang dengan fasilitas yang memadai.

"Intinya, jangan terburu-buru merelokasi pedagang sebelum pembangunan fasilitas di pasar yang baru selesai. Jadi, para pedagang pun nanti bisa menempati pasar baru tersebut dengan nyaman," ujarnya.

Relokasi Pasar Karangampel dilakukan lantaran Pasar Karangampel yang ditempati pedagang saat ini dinilai sudah tidak layak dan mengganggu arus lalu lintas. Pasalnya, pasar yang terletak di Jalan raya penghubung Indramayu-Cirebon ini berseberangan dengan Sub Terminal Karangampel sehingga memicu volume kendaraan yang tinggi. Selain itu, melubernya para pedagang hingga ke bahu jalan di sekitar Pasar Karangampel juga  menjadi sumber kemacetan. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut semerawut.

Pembangunan lokasi baru Pasar Karangampel di Blok Kamal dilakukan sejak 2012 lalu dengan dana APBN sebesar Rp 9,6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun 244 kios dan 260 los di atas lahan seluas 5 hektare.

Pasar tersebut ditargetkan menjadi salah satu pasar percontohan dan ramah lingkungan. Pemkab Indramayu sebelumnya telah menyiapkan lahan seluas 16.900 meter persegi untuk relokasi Pasar Karangampel di Jalan Raya Juntinyuat-karangampel.

Selain akan menjadi percontohan pasar di kabupaten Indramayu, relokasi pasar tersebut juga akan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan kendaraan di ruas jalan Cirebon-Karangampel. Sementara di lokasi lama, rencananya akan dibangun sarana olah raga. (deni/humasindramayu)